Selasa, 10 September 2019

JURNAL PERCOBAAN 3 PEMBUATAN ASAM ASETIL SALISILAT (ASPIRIN)

JURNAL PRAKTIKUM
 KIMIA ORGANIK II



        

   NAMA: OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO
                                                  NIM    :RSA1C117010 
 
DOSEN PENGAMPU
Dr.Drs. SYAMSURIZAL,M.Si


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019






PERCOBAAN 3
I.          JUDUL: Pembuatan Asam Asetil Salisilat ( Aspirin)
II.          HARI/ TANGGAL: Rabu, 11, November 2019
III.       TUJUAN: Setelah mengikuti percobaan ini, diharapkan mahasiswa dapat:
1)   Dapat memahami cara pembuatan asam asetil salisilat dari bahan baku asam salisilat dan asam asetat anhidrat.
2)   Dapat mengetahui dan memahani jenis reaksi pembuatan asam asetil salisilat.
IV.             LANDASAN TEORI
      Asam salisilat merupakan turunan dari asam karboksilat yang merupakan suatu senyawa   organik yang mengandung gugus karboksil –COH. Gugus karboksil ini mengandung gugus karbunil dan gugus hidroksil, kedua gugus ini akan mengakibatkan kereaktivan yang baik pada asam karboksilat. Sifat yang paling menonjol dari asam ini adalah keasamannya. Karena asam karboksilat adalah asam lemah dibandingkan asam mineral seperti HCL dan HNO3 ( Fessenden,1986).
      Asam salisilat sering juga digunakan sebagai obat. Asam metil salisilat diproduksi melalui reaksi esterifikasi metanol dan asam salisilat. Esterifikasi asam bersifat reversible dan bergantung halangan sterik dalam alcohol dan asam karboksilat tersebut. asam salisilat dapat juga diperoleh dari minyak gandapura, karena minyak gandapura mengandung asam salisilat 98% (Oxtoby,2002). 

   
 Pada esterifikasi terjadi penggantian gugus –OH dari asam karboksilat dengan alcohol dengan gugus alkoksi dari alcohol. Reaksi esterifikasi terjadi secara lambat, mak unutk mempercepat reaksi dilakukan pemanasan tetapi jika menggunakan katalis H2SO4 dan HCL dapat mempercepat jalannya reaksi ( Tim kimia organik, 2019).
     Lama reaksi juga mempengaruhi hasil karena wakti berkaitan dengan cepat lambatnya reaksi esterifikasi mencapai kesetimbangan. Ada tiga faktor yang mempengaruhi proses esterifikasi yaitu jumlah asam sulfat yang ditam-bahkan, lama waktu reaksi, dan komposisi jumlah pereaksi yang digunakan (Dwipa,2014).
     Asam asetil salisilat (aspirin) merupakan salah satu jenis antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang banyak digunakan pada pengobatan nyeri ringan sampai sedang. Aspirin dijual secara bebas dan tersebar luas di masyarakat untuk pengobatan sendiri, maka kemungkinan untuk terjadi keracunan aspirin akan lebih besar. Aspirin menyebabkan pengelupasan selepitel permukaan dan mengurangi sekresi mucus dengan mekanisme kerja utama menekan produksi prostaglandin dan tromboksan. Efek samping penggunaan aspirin terutama terlihat pada traktus gastrointestinal. Pada dosis biasa, efek aspirin yang paling berbahaya adalah gangguan gaster oleh adanya iritasi mukosagaster (Nuraeni, 2007). 

V.                ALAT DAN BAHAN
5.1  Alat
a.       Erlenmeyer 100ml
b.      Gelas kimia 500ml
c.       Corong Buchner
d.      Plat TLC
e.       Batang pengaduk
f.       Pipet tetes
5.2  Bahan
a.       Asam salisilat kering 2.5 gram
b.      Anhidrat asetat 4 ml
c.       Asam sulfat pekat 2 tetes
d.      Etanol- air 50%
e.       FeCl3

VI.              PROSEDUR KERJA
a.  Dimasukkan 2,5 gram salisilat kering, 4ml anhidrat asam asetat dan 2 tetes H2SO4 pekat kedalam labu Erlenmeyer 100ml
b.   Dikocok sambil dipanaskan di penangas air pada suhu 500C- 600C selama kurang lebih 15 menit
c.  Ditambahkan 50ml air kedalamnya secara hati-hati dan didinginkan campuran dalam ice bath.
d.  Disaring Kristal yang terbentuk dengan pompa isap dan dicuci dengan air es/ air dingin.
e. Dilakukan proses rekristalilasi: dimasukkan produk aspirin yang terbentuk dalam Erlenmeyer, tambahkan lebih kurang 5ml etanol-air 50%.
f.    Dipanaskan diatas hot place  sampai semua Kristal melarut.
g.   Ditambahkan sedikit etanol- air 50% tetes demi tetes jika tidak semua Kristal melarut
h.  Disaring larutan jika masih ada residu dalam keadaan panas menggunakan kertas saring lipat.
i.    Dinginkan filtrate, bila mulai terbentuk Kristal masukkan Erlenmeyer ke dalam ice bath selama 15 menit
j.   Disaring Kristal yang terbentuk menggunakan pompa isap, dicuci dengan air dingin dan biarkan Kristal mengering
k. Ditimbang produk yang telah kering, hitunglah % hasilnya dan perlihatkan kepada dosen pembimbing

Menentukan Kemurniannya dengan TLC
a.   Dilarutkan sedikit produk aspirin yang dihasilkan pada langkah 8 dengan menggunakan etanol-air 50%
b. Disiapkan plat TLC, ditotolkan produk aspirin ynag telah larut tersebut pada garis (sebelah kanan) dan totolkan standar asam salisilat yang telah disediakan ( sebelah kiri)
c.    Dituangkan 5 ml eluen (alcohol 95%) kedalam gelas beker 100 ml
d.  Diletakkan plat TLC tersebut ( dalam posisi berdiri) ke dalamnya dan tutup dengan aluminium foil.
e.     Dihentikan proses elusi bila jarak eluen mencapai batas garis ujung plat TLC
f.   Dikeringkan plat TLC tersebut dan diperlihatkan ke pembimbing dan diidentifikassi dengan larutan FeCl3
g.     Digambarkan dengan mengguanak pensil untuk spot/ noda yang didapat
h.    Tentukan harga Rf-nya.
Permasalahan:
     1.      Pada video diatas coba jelaskan mengapa perlu dilakukan penambahan H2SO4 sebanyak 4 tetes     pada larutan asma salisilat?
    2.      Pada percobaan ini reaksi yang terjadi adalah reaksi esterifikasi, faktor apa sajakah yang mempengaruhi reaksi esterifkasi?
     3.      Mengapa pada video diatas saat proses rekristalisasi tidak dilakukan pemanasan. Sedangkan proses rekristalisasi biasanya dilakukan pemanasan dan penyaringan pada suasana panas, mengapa demikian?



Selasa, 03 September 2019

JURNALPERCOBAAN 2 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT


JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II
  


         NAMA   : OKTORA OKTAVIANI SIHALOHO 
  NIM : RSA1C117011                        

DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.


PROGRAM PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEJURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019






I. Judul: Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat
II.    Hari/ Tanggal: Rabu, 3 September 2019
III. Tujuan: Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain:
1.   Untuk memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organic yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya
2.    Untuk memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan oksidator kuat
3.   Untuk mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.


VI. Landasan Teori
      Asam oksalat merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah, berwujud padat dan warna putih dengan titk leleh 1870c serta bentuk Kristal Piramida Reabik. Asam oksalat akan mengurai menjadi asam formiat dan karbondioksida jika dipanaskan pada suhu 1750C. Dilaboratorium asam oksalat biasa digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai pelapis besi. asam oksalat dibuat melalui reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim kimia organik: 2019).
Asam oksalat dapat dibuat dengan beberapa metode seperti peleburan selulosa dengan basa kuat, oksidasi menggunakan asam kuat, atau dapat disintesis dari natrium sulfat.  Salah satunya yaitu metode oksidasi karbohidrat, metode inilah yang akan digunakan pada praktikum ini.
Cara ini ditemukan Pleh Scheele pada tahun 1776. Asam okslat dapat dihasilkan dengan  mengoksidasi karbohidrat seperti glukosa, sukorsa, stratch, dextrin dan selulosa dengan menggunakan asam nitrat. Proses ini menggunakan bahan yang banyak mengandung karbohidrat, misalnya gula. Kemudian dioksidasi dengan asam nitrat pada temperatur 63-85°C. Oksidasi glukosa dengan menggunakan asam nitrat atau asam kuat lainnya akan menghasilkan asam oksalat (Asip,dkk:2015).
Asam oksalat dapat digunakan sebagai bahan peledak, pembuatan zat warna, krayon, industri lilin, tinta, bahan kimia dalam fotografi serta untuk keperluan analisis laboratorium. Pada industri logam, asam oksalat dipakai sebagai bahan pelapis yang melindungi logam dari korosif dan pembersih untuk radiator otomotif, metal. Pada bidang obat-obatan, asam oksalat dapat dipakai sebagai haemostatik dan anti septik luar (Febriaty,Dkk: 2016).
             Asam oksalat adalah senyawa organik dengan rumus H2C2O2. Senyawa ini memiliki sifat-    sifat sebagai berikut :
     1. Larut dalam air panas maupun dingin serta larut dalam alkohol.
     2. Keasamannya lebih kuat dari asam metanoat ataupun asam cuka.
     3. Garam-garam alkali oksalat semuanya mudah larut dalam air kecuali kalsium oksalat
     4. Mudah untuk dioksidasi oleh KMnO4 dalam suasana pada temperatur 60 – 70 °C.
        Asam oksalat dan garamnya dapat digunakan sebagai zat pemutih serat, reagen dalam analisis kimia, dalam pembuatan zat warna untuk kain, di pemurnian logam dalam mineral. Asam oksalat juga digunakan dalam bubuk pembersih sebagai agen penghilang karat dan pemoles logam (Ambarita,dkk:2015).


V.  Alat dan Bahan
          5.1  Alat
           a.    Labu dasar datar 750ml
           b.    Corong Buchner  
           c.     Gelas piala 500ml
           d.    Kasa, kaki tiga Bunsen
           e.     Penangas
           f.    Gelas ukuR
           g.  Termometer
           h.  Pengaduk
      5.2  Bahan
    a.   Gula pasir 200gr 
    b.   Asam nitrat pekat 100ml 
    c.   Etanol 

VI.    Prosedur Kerja
      Untuk membuat senyawa organik         oksalat:

  1. Dimasukkan 20gr gula pasir kedalam labu dasar datar berukuran 750ml
  2.  Ditambahkan 100ml asam nitrat pekat
  3. Dipanaskan dalam penangas air perlahan mendidih. Ketika sudah timbul uap cokelat NO2
  4. Diangkat labu datar tadi dan dipi dahkan keatas balok kayu
  5. Didiamkan selama 15 menit
  6. Dipindahkan larutan tersebut kedalam gelas piala berukuran 50ml
  7. Dicuci labu dengan 20ml air dingin dan air cucian dimasukkan kedalam gelas piala lain
  8. Diuapkan diatas penangas air sampai volume cairan tinggal 20ml dan ditambahkan 10ml air
  9. Didinginkan dalam air es
  10. Disaring asam oksalat dengan corong bucnher dan direkristalisasi dengan air panas
  11. Didinginkan untuk mendapatkan kristal lebih murni
  12. Disaring kembali dan ditentukan titik lelehnya
  13. Hasil

Link video: https://youtu.be/uelyFF1AVzA

Permasalahan:

  1. Berdasarkan link video diatas pada pembuatan asam oksalat setelah dipanaskan terjadi perubahan warna menjadi cokelat kemerahan dan timbul asap cokelat. Apa yang menyebabkan timbulnya asap?
  2. Pada saat diuapkan diatas penangas sampai volume cairan berkurang dilakukan penambahan air. Apakah fungsi dari penambahan air tersebut?
  3. Pada percobaan ini faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pembuatan asam oksalat?

        



Penerapan Teori dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

    Sumber:http://sudutpendidikan7.blogspot.com/ Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang menarik untuk dibicaraka...