PERCOBAAN
IV
I. Judul:
Pembuatan Senyawa Organic Ester Metil Salisilat ( Minyak Gandapura)
II. Hari/
Tanggal: Rabu, 2 Oktober 2019
III. Tujuan:
Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain:
1. Dapat
memahami cara pembuatan minyak gandapura secara sintesis dari asam salisilat
dan methanol
2. Dapat
mengetahaui minyak gandapura merupakan ester karboksilat
3. Dapat
menentukan sifat fisik dan kimia dari minyak gandapura
4. Dapat
mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura.
IV. Landasan Teori
Metil salisilat
merupakan turunan dari ester dengan rumus kimia C8H8O3
dengan struktur :
Senyawa organic ester metil salisilat atau minyak gandapura
merupakan sejenis obat gosok yang bisa mengobati rasa pegal yang ampuh dan
tanpa efek samping. Metil salisilat merupakan senyawa organic dan merupakan
senyawa ester. Ester merupakan gabunga dari senyawa organic dengan alcohol. Metil salisilat ini juda
terdapat pada tanaman dengan aroma yang sangat aromatis, memiliki warna cairan
agak kuning. Tanaman ini dikategorikan bisa sebagai penghasil minyak ( Irwandi:
2014).
Reaksi asam karbosilat dan alcohol yang menghasilkanester dan
air merupakan esterifikasi. Untuk mendapatkan kesetimbangan maka ditambahkan
katalisator asam kuat seperti Asam Sulfat. Pada suhu kamar, derajat
kesetimbangan reaksi antara alcohol dengan asam adalah sangat kecil
kesetimbangan dicapai dengan lambat. Jika reaksi berlangsung disuhu ynag terlalu tinggi
maka bisa digunakan pendingin balik (refluks) dan kalisatornya asam kuat, maka
reaksi akan dipercepat dan lebih mudah mencapai kesetimbangan (Tim Kimia
Organic: 2019).
Pada jaman dahulu metil salisilat dihasilkan dari destilasi
ranting brich dan tanamab gandapura. Sekarang ini metik salisilat dihasilkan
melalui esterifikasi asam salisilat dengan methanol. Metil salisilat larut dalam air, lakohol, benzene. Methanol adalah
bagian dari metil salisilat dan gugus hidroksilnya bereaksi dengan asam asetat.
Pada tanaman gandapura kandungan metil salisilat sangatlah tinggi yang banyk
digunakan dalam industry makanan, minuman, farmasi dan kosmetik ( Herrnani,2004).
Semakin tinggi kandungan metil salisilat dalam minyak kandungan
etre juga banyak dalam minyak tersebut. Menurut Guenther ( 1958) dan List (1976)
senyawa metl salisilat terbentuk melalui hidrolisa enzimatik dari senyawea
gaultherin oleh enzim primeverosidase selama proses pelayuan bahan. Suatu ester
asam karboksilat ialah senyawa yang mengandung gugus –CO2R dengan
dapat membentuk alkil ( Fessenden: 1986).
V. Alat
dan Bahan
5.1 Alat
· Labu
dasar bulat 500ml
· Thermometer
· Labu
destilasi 100ml
· Pendingin
(liebig)
· Corong
pisah
· Pipa
bengkok
· Erlenmeyer
200ml
5.2 Bahan
· 28
gram asam salisilat
· Natrium
bikarbonat
· 81ml
methanol
· Magnesium
sulfat anhidrat
· 8
ml asam sulfat
VI. Prosedur
Kerja
Masukkan kedalam labu dasar bulat
ukuran 500ml , 28 gr asam salisilat, 81 methanol, dan 8ml asam sulfat pekat,
kocok. Lengkapi labu tadi dengan pendingin air, refluks selama 5 jam, biarkan
campuran menjadi dingin, rubah posisi pendingin tegak menjadi miring untuk mendestilasi
sisa methanol dengan memanaskan diatas
penangas air. Setelaj methanol habis terdestilat, lalu biarkan dingin. Kemudian
isi labu, tuangkan kedalam corong pisah, dicampuran dengan 250 ml air kocok
kuat-kuat, biarkan sampai terbentuk dua lapisan.
Alirkan lapisan ester ( lapisan
bawah) ke dalam erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan jenuh NaHCO3
sampai bebas asam tambah anhidrat Magnesium Sulfat unutk mengeringkan ester
salisilat selam 30 menit. Saring dan filtratnyaa lansung ditampung dalm labu
destilasi, kemudian destilasi aiatass pengangas air. Catat temperature pada
waktu destilat ditampung. Bila ternyata temperature masih jauh dibawah titik
didih metil salisilat 1150C murnikan kembali pada metil salisilat
yang ditampung dengan mendestilasi lagi. Periksa indeks bias metil salisilat
yang murni ini.
Berikut adalah link video yang berhubungan dengan praktikum :
Berikut adalah link video yang berhubungan dengan praktikum :
Permasalahan
1. Pada
praktikum ini, prosedur kerja pada labu dasar ukuran 500ml dimasukkan 28 gr
asam salisilat, 81 ml methanol dan 8 ml asam sulfat pekat. Pada praktikum
biasanya methanol digunakan pada tahap rekristalisasi tetapi pada praktikum ini
dilakukan secara langsung. Mengapa demikian?
2. Setelah
asam salisilat larut dalam ethanol dilkukan penambahan asam sulfat. Prose penambahannya
dilakukan secara perlahan-lahan dan
sambil dikocok. Mengapa demikian?
3. Pada
percobaan ini dilakukan pemisahan methanol dari larutan asam salisilat. Mengapa
demikian?
2. Saat penambahan asam sulfat harus kita lakukan secara perlahan karena jika terkena oleh kulit maka akan seperti luka bakar. Setelah kita lakukan pengocokan d dalam corong pisah harus kita kocok kuat-kuat agar terbentuknya dua lapisan zat cair. Terimakasih
BalasHapus3. karena dalam pembuatan minyak gandapura kita melakukan proses pemisahan antara senyawa lain dengan senyawa asam. sehingga asam tersebut tidak terkandung kedalam minyak gandapura tersebut.
BalasHapus1. Karena metanol adaalah pelarut yang baikbyang mempunyai kadar air yang rendah sehingga apabila dilakukan secara langsung kita akan lebih mudah dalam mendapatkan hasil untuk tahap rekristalisasi.
BalasHapus