Kamis, 03 Oktober 2019

JURNAL PERCOBAAN 4 PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT


PERCOBAAN IV
I.       Judul: Pembuatan Senyawa Organic Ester Metil Salisilat ( Minyak Gandapura)
II.    Hari/ Tanggal: Rabu, 2 Oktober 2019
III. Tujuan: Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain:
1.      Dapat memahami cara pembuatan minyak gandapura secara sintesis dari asam salisilat dan methanol
2.      Dapat mengetahaui minyak gandapura merupakan ester karboksilat
3.      Dapat menentukan sifat fisik dan kimia dari minyak gandapura
4.      Dapat mengetahui jenis reaksi sintesis pembuatan minyak gandapura.
IV.     Landasan Teori
Metil salisilat merupakan turunan dari ester dengan rumus kimia C8H8O3 dengan struktur :

                      
     Senyawa organic ester metil salisilat atau minyak gandapura merupakan sejenis obat gosok yang bisa mengobati rasa pegal yang ampuh dan tanpa efek samping. Metil salisilat merupakan senyawa organic dan merupakan senyawa ester. Ester merupakan gabunga dari senyawa organic  dengan alcohol. Metil salisilat ini juda terdapat pada tanaman dengan aroma yang sangat aromatis, memiliki warna cairan agak kuning. Tanaman ini dikategorikan bisa sebagai penghasil minyak ( Irwandi: 2014).
     Reaksi asam karbosilat dan alcohol yang menghasilkanester dan air merupakan esterifikasi. Untuk mendapatkan kesetimbangan maka ditambahkan katalisator asam kuat seperti Asam Sulfat. Pada suhu kamar, derajat kesetimbangan reaksi antara alcohol dengan asam adalah sangat kecil kesetimbangan dicapai dengan lambat. Jika  reaksi berlangsung disuhu ynag terlalu tinggi maka bisa digunakan pendingin balik (refluks) dan kalisatornya asam kuat, maka reaksi akan dipercepat dan lebih mudah mencapai kesetimbangan (Tim Kimia Organic: 2019).
     Pada jaman dahulu metil salisilat dihasilkan dari destilasi ranting brich dan tanamab gandapura. Sekarang ini metik salisilat dihasilkan melalui esterifikasi asam salisilat dengan methanol. Metil salisilat  larut dalam air, lakohol, benzene. Methanol adalah bagian dari metil salisilat dan gugus hidroksilnya bereaksi dengan asam asetat. Pada tanaman gandapura kandungan metil salisilat sangatlah tinggi yang banyk digunakan dalam industry makanan, minuman, farmasi dan kosmetik ( Herrnani,2004).
     Semakin tinggi kandungan metil salisilat dalam minyak kandungan etre juga banyak dalam minyak tersebut. Menurut Guenther ( 1958) dan List (1976) senyawa metl salisilat terbentuk melalui hidrolisa enzimatik dari senyawea gaultherin oleh enzim primeverosidase selama proses pelayuan bahan. Suatu ester asam karboksilat ialah senyawa yang mengandung gugus –CO2R dengan dapat membentuk alkil ( Fessenden: 1986).
V.    Alat dan Bahan
       5.1  Alat
    ·   Labu dasar bulat 500ml
    ·   Thermometer
    ·   Labu destilasi 100ml
    ·   Pendingin (liebig)
    ·   Corong pisah
    ·   Pipa bengkok
    ·   Erlenmeyer 200ml
     
      5.2  Bahan
   ·   28 gram asam salisilat
   ·   Natrium bikarbonat
   ·   81ml methanol
   ·   Magnesium sulfat anhidrat
   ·   8 ml asam sulfat
VI. Prosedur Kerja
            Masukkan kedalam labu dasar bulat ukuran 500ml , 28 gr asam salisilat, 81 methanol, dan 8ml asam sulfat pekat, kocok. Lengkapi labu tadi dengan pendingin air, refluks selama 5 jam, biarkan campuran menjadi dingin, rubah posisi pendingin tegak menjadi miring untuk mendestilasi sisa methanol dengan  memanaskan diatas penangas air. Setelaj methanol habis terdestilat, lalu biarkan dingin. Kemudian isi labu, tuangkan kedalam corong pisah, dicampuran dengan 250 ml air kocok kuat-kuat, biarkan sampai terbentuk dua lapisan.
            Alirkan lapisan ester ( lapisan bawah) ke dalam erlenmeyer, sampai bebas asam tambahkan larutan jenuh NaHCO3 sampai bebas asam tambah anhidrat Magnesium Sulfat unutk mengeringkan ester salisilat selam 30 menit. Saring dan filtratnyaa lansung ditampung dalm labu destilasi, kemudian destilasi aiatass pengangas air. Catat temperature pada waktu destilat ditampung. Bila ternyata temperature masih jauh dibawah titik didih metil salisilat 1150C murnikan kembali pada metil salisilat yang ditampung dengan mendestilasi lagi. Periksa indeks bias metil salisilat yang murni ini.

Berikut adalah link video yang berhubungan dengan praktikum :


Permasalahan
1.      Pada praktikum ini, prosedur kerja pada labu dasar ukuran 500ml dimasukkan 28 gr asam salisilat, 81 ml methanol dan 8 ml asam sulfat pekat. Pada praktikum biasanya methanol digunakan pada tahap rekristalisasi tetapi pada praktikum ini dilakukan secara langsung. Mengapa demikian?
2.  Setelah asam salisilat larut dalam ethanol dilkukan penambahan asam sulfat. Prose penambahannya dilakukan  secara perlahan-lahan dan sambil dikocok. Mengapa demikian?
3.  Pada percobaan ini dilakukan pemisahan methanol dari larutan asam salisilat. Mengapa demikian?



 



3 komentar:

  1. 2. Saat penambahan asam sulfat harus kita lakukan secara perlahan karena jika terkena oleh kulit maka akan seperti luka bakar. Setelah kita lakukan pengocokan d dalam corong pisah harus kita kocok kuat-kuat agar terbentuknya dua lapisan zat cair. Terimakasih

    BalasHapus
  2. 3. karena dalam pembuatan minyak gandapura kita melakukan proses pemisahan antara senyawa lain dengan senyawa asam. sehingga asam tersebut tidak terkandung kedalam minyak gandapura tersebut.

    BalasHapus
  3. 1. Karena metanol adaalah pelarut yang baikbyang mempunyai kadar air yang rendah sehingga apabila dilakukan secara langsung kita akan lebih mudah dalam mendapatkan hasil untuk tahap rekristalisasi.

    BalasHapus

Penerapan Teori dalam Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran

    Sumber:http://sudutpendidikan7.blogspot.com/ Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang menarik untuk dibicaraka...